Autoclave Adalah ? Baca Selengkapnya Di Sini !

Autoclave atau sering kali ditulis dengan Autoklaf adalah sesuatu yang berhubungan dengan sterilisasi. Yaitu salah satu alat yang digunakan dalam proses sterilisasi dengan metode menggunakan metode tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut, pada kesempatan ini kita akan bahas panjang lebat tentang Autoclave.

Mengenal Pengertian Autoclave

Apa yang dimaksud dengan Autoclave ? Sebenarnya, pertanyaan ini menurut saya kurang tepat. Seharusnya, apa itu Autoklaf ? Mengapa demikian ? Ya, karena Autoclave merupakan sebuah benda. Yaitu sebuah alat yang digunakan dalam proses sterilisasi dengan metode panas uap bertekanan.

Menurut beberapa sumber yang kami dapatkan, autoclave didefinisikan sebagai bejana tertutup yang berisi uap panas (suhu tinggi) serta bertekanan. Kedua kondisi inilah yang membuat alat ini berfungsi sebagai alat sterilisasi. Suhu di dalam autoclave bisa mencapai 125 ˚C sedangkan tekanan umumnya antara 2 hingga 4 atm.

Fungsi Autoclave

Secara tidak langsung, fungsi alat ini sudah kita bahas diatas. Dan kami yakin anda sudah mengetahuinya. Ya, bisa kita katakan secara umum fungsi Autoclave adalah sebagai alat steriliasi untuk mensterilkan berbagai macam objek, instrument, alat, media dan lain sebagainya dari mikro organisme yang terdapat atau menempel pada benda tersebut. Untuk mengetahui lebih detail lagi, mari kita lanjutkan pembahasan tentang autoclave ini.

Prinsip Kerja atau Cara Kerja Autoclave

Mengenai prinsip kerja autoclave juga sebenarnya sudah kita singung sedikit di bagian atas. Pada dasarnya, prinsip kerja alat ini adalah mensterilisasi dengan menggunakan panas dan tekanan tinggi yang diperoleh dari uap air. Oleh sebab itu alat ini dilengkapi dengan elemen pemanas yang berfungsi untuk mendidihkan air.

Setelah air mendidih, akan terbentuk Uap air dan akan mendesak udara keluar sehingga uap panas memenuhi ruangan. Saat katup ditutup maka tekanan akan naik. Proses sterilisasi dimulai ketika suhu mencapai 121 ˚C dan tekanan 2 bar. Umumnya proses sterilisasi Autoclave dilakukan selama 15 menit.

Mengenal Bagian- Bagian Autoklaf

bagian-bagian autoclave

Selanjutnya, kita akan mengenal lebih detail lagi dengan membahas komponen – komponen yang terdapat pada alat Autoclave.

# Pressure Vessel

Dalam bahasa indonesia bisa kita artikan dengan bejana tekan. Ini adalah komponen utama dari sebuah autoclave. Yaitu bejana, bentuk tabung yang terbuat dari bahan tahan tekanan. Dalam proses pembuatannya, bejana autoclave melalui banyak tahapan pengujian dengan standar dan nilai tertentu untuk menjamin tidak akan ada kebocoran saat sudah digunakan.

# Elemen Pemanas (Heater)

Bejana tekan terdiri dari dua ruangan yakni ruang air di bagian bawah dan juga ruang uap yang tepat berada di atas ruang air. Elemen Pemanas atau Heater terdapat di bagian ruang air. Dan nantinya, heater akan terendam oleh air. Elemen pemanas berfungsi untuk mendidihkan air hingga menjadi uap yang digunakan untuk proses sterilisasi.

# Penutup Autoclave

Tentunya Autoklaf memiliki penutup di bagian atas yang berfungsi untuk membuat tekanan di dalamnya meninggi sehingga dapat digunakan dalam sterilisasi. Penutup Autoclave juga terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh karena digunakan untuk menahan laju tekanan yang tinggi saat proses sterilisasi berlangsung.

# Katup Uap

Pada kebanyakan Autoclave katup uap berada di bagian penutup autoclave. Katup ini dpat dibuka dan ditutup. Katup ini berfungsi untuk menaikan tekanan di dalam bejana autoclave saat proses sterilisasi mulai dilakukan dan dibuka untuk menurunkan tekanan ketika proses sterilisasi telah selesai.

# Penunjuk Tekanan (Pressure Gauge)

Mungkin alat ini hampir sama seperti pada regulator gas LPG yang anda miliki. Ya, komponen ini berfungsi sebagai penunjuk tekanan sehingga pengguna bisa mengetahui berapa besarnya tekanan yang ada di dalam autoclave.

# Sensor Dan Penunjuk Suhu

Selain tekanan terdapat juga penunjuk suhu yang berfungsi untuk menampilkan suhu di dalam autoclave. Pada jenis autoclave digital dilengkapi dengan sensor suhu sehingga bersarnya suhu di dalam autoclave bisa dilihat pada layar display.

# Sekrup Pengunci

Di sebagian autoclave dilengkapi juga dengan sekrup dengan mekanisme press yang berfungsi untuk mengunci tutup Autoclave sehingga kencang dan tidak akan terbuka karena tekanan yang tinggi.

# Port Tegangan

Sebagaimana alat – alat yang menggunakan tenaga listrik lainnya, Autoclave juga dilengkapi dengan port tegangan yang tersambung dengan kabel yang nantinya akan dihubungkan dengan listrik PLN.

# Kran Pembuangan

Pada sebagian Autoclave juga dilengkapi dengan kran yang digunakan untuk membuang sisa air dari dalam autoclave setelah proses sterilisasi selesai dilakukan.

Mengenal Jenis – Jenis Autoclave

Terdapat beberapa macam atau jenis Autoclave yang dikenal hingga sekarang ini. Berdasarkan proses pemanasan atau sumber panas yang digunakan, terdapat dua buah Autoclave yakni Autoclave Listrk dan Autoclave Gas.

# Autoclave Listrik

jenis - jenis autoclave

Sebagaimana yang sudah umum kita ketahui bersama, autoclave listrik menggunakan tegangan listrik untuk memanaskan Heater atau Elemen Pemanas. Sehingga Air akan mendidih dan menghasilkan uap pnas. Keunggulan Autoclave jenis ini adalah praktis dan mudah digunakan karena tentunya dilengkapi dengan timer dan juga termostart yang dapat berfungsi secara otomatis.

# Autoclave Gas

autoclave adalah

Berbeda dengan autoclave listrik, jenis autoclave gas mengandalkan sumber pemanas sederhana yang ditambahkan pada autoclave seperti kompor, Bunsen, dan lain sejenisnya. Memang autoclave gas ini bisa dikatakan atau disebut dengan autoclave bakar. Desain autoclave ini pun cukup sederhana dan simpel.

Berdasarkan sistem kerjanya, yakni bagaimana alat ini bekerja. Autoclave dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu Gravity Displacement, Prevacuum atau High Vaccum dan Steam-Flush Pressure-Pluse. Untuk mengetahui perbedaanya mari kita simak ulasanya satu persatu.

# Gravity Displacement Autoclave

sistem kerja autoclave

Di bagian muka sudah kita kenal Prinsip Kerja sebuah autoclave. Yakni mengeluarkan udara yang ada di dalam bejana dan mengisinya dengan uap panas. Pada jenis Gravity Displacement Autoclave, proses pengeluaran udara hanya digunakan prinsip grafitasi. Caranya dengan memasukkan uap dari bagian atas autoclave sehingga udara akan tertekan kebawah dan keluar melalui katup atau saluran yang tersedia di bagian bawah.

# Prevacuum (High Vacuum Autoclave)

autoclave tekanan tinggi

Disebut dengn istilah Pre-Vacuum karena proses atau cara kerjanya adalah dengan membuat ruang di dalam autoclave Vaccum menggunakan pompa. Dengan pompa tersebut, udara dikeluarkan hingga keadaan menjadi vacuum. Setelah itu, kemudian uap panas dimasukkan ke dalam autoclave. Akibatnya uap menyebar dan segera menyentuh seluruh permukaan alat – alat yang terdapat didalamnya.

# Steam-Flush Pressure-Pulse

Sistem kerja pada jenis autlclave ini adalah dengan dorongan tekanan atmosfer dan aliran uap yang dilakukan secara berulang – ulang. Sehingga waktu yang digunakan untuk proses sterilisasi sangat bergantung pada benda atau objek yang disterilkan.

Contoh Cara Penggunaan Autoclave

Berikut ini Langkah – Langkah umum dalam penggunaan autoclave untuk mensterilkan benda atau objek tertentu. Untuk detailnya kita akan bahas secara khusus dalam tulisan yang lain.

Langkah – Langkah Menggunakan Autoclave

  • Isi ruang air dalam autoclave, pastikan air tepat pada tanda batas
  • Masukkan benda atau objek yang akan disterilkan ke dalam autoclave
  • Tutup autoclave dan jangan lupa kencangkan sekrup agar tidak terjadi kebocoran uap
  • Hubungkan Autoclave dengan sumber tegangan dan nyalakan autoclave
  • Pastikan katup uap terbuka
  • Tunggu hingga ruang dalam autoclave penuh dengan uap yang ditandai dengan keluarnya uap dari katup.
  • Tutup katup uap dan amati pressure gauge hingga pada tekanan 2 atm
  • Seketika itu, seting timer selama 15 menit. Inilah proses sterilisasi berlangsung
  • Setelah waktu sterilisasi selsai, matikan Autoclave atau autoclave akan otomatis mati
  • Buka kembali katup uap agar tekanan segera keluar dari dalam autoclave.
  • Tunggu hingga tekanan turun atau jarum menunjuk angka 0
  • Buka tutup autoclave dan alat bisa dipindahkan ke wadah steril

Demikian yang bisa kami bahas pada kesempatan yang baik ini. Semoga ulasan singkat tentang Autoclave bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama, khususnya tentang alat – alat kesehatan. Sekian, selamat beraktifitas.

Add Comment

error: Content is protected !!