Mengenal Lebih Dekat Dengan Alat Pacu Jantung (Defibrillator)

Tidak hanya air, lisrtik juga sangat penting dan banyak manfaatnya bagi kehidupan. Listrik bukan hanya bermanfaat untuk kehidupan eksternal Anda, melainkan juga di dalam tubuh. Tahukah Anda, jika di dalam tubuh terjadi sejumlah fenomena kelistrikan yang mampu membuat Anda hidup? Ya, saat Anda membaca sekarang, listrik itu tengah mengalir di sel-sel syaraf Anda, mengirimkan data berbentuk tulisan pada otak, memprosesnya, hingga memasukkannya ke dalam memori Anda.

Satu lagi fenomena kelistrikan yang paling penting di dalam tubuh adalah di bagian organ jantung. Tanpa fenomena kelistrikan, jantung atau nadi Anda tidak akan bisa berdegup. Listrik pada organ jantung sangat penting untuk mengkontrol distrubusi darah yang keluar dari jantung, fungsinya adalah untuk mengatur gerak otot jantung.

Pernahkah Anda menonton sinetron? Biasanya jika terdengar bunyi bip panjang pada patient monitor, dokter akan mengeluarkan sebuah alat yang disestrum ke dada pasien. Alat ini bernama defiblillator. Apa itu Defibrillator? Mari kita bahas pengertian defibrillator dan segala tentang alat medis ini.
Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerja Defibrillator

Pengertian Defibrillator

Defibrillator adalah suatu alat kesehatan yang digunakan untuk mengatasi kelainan pada jantung, misalnya pasien mengalami kegagalan jantung. Namun, penggunaannya yang sering Anda lihat di sinetron adalah penggambaran yang salah. Di mana, tim medis baru memberikan defibrillator saat patient monitor sudah berbunyi bip panjang.

Padahal, sesuai dengan namanya, fungsi defibrillator adalah sebagai lawan dari fibrilasi, yaitu suatu keadaan ritme denyut jantung abnormal yang terjadi di jantung. Saat terjadi fibrilasi, patient monitor akan berbunyi “bip bip bip” tidak karuan. Pada saat itulah seharusnya defibrillator digunakan.

Sejatinya, defibrillator memang berfungsi kurang lebih seperti alat setrum. Pada alat yang ditemukan oleh Prevost dan Batelli tahun 1899 ini, terdapat elektroda-elektroda yang mengeluarkan listrik yang bisa menormalkan kembali kelistrikan pada jantung.

Cara Kerja Alat Defibrillator

Prinsip kerja defibrillator adalah ketika arus listrik masuk pada rangkaian catu daya, kemudian arus tersebut disearahkan dengan dioda. Terdapat saklar charge untuk mengisi kapasitor. Dengan menekan tombol charge ini, kapasitor secara otomatis akan terisi. Tombol charge ini sebetulnya merupakan penghubung suplai tegangan dari baterai ke rangkaian oskilator yang akan menghasilkan pulsa sinusoidal pengganti signal AC yang mensuplai transformator.

Untuk membangkitkan sinyal tegangan tingginya, output dari transformator tegangan dimasukkan ke rangkaian voltage multiplier dengan sistem cascade. Kemudian, output tegangan tinggi ini diisikan ke kapasitor. Besar dosis yang diinginkan bisa dilihat pada meter petunjuk. Selama besar muatannya belum tercapai sesuai yang diinginkan, saklar charge dapat terus ditekan.

Dengan menekan tombol charge, seperti yang telah diungkapkan, otomatis kapasitor akan terisi dan jika sudah penuh, tim dokter bisa langsung menekan tombok shock supaya muatan listrik yang ada di kapasitor bisa segera dilepaskan ke pasien lewat media apex paddle dan sternum paddle.

Contoh Cara Penggunaan Defibrillator

Begitulah cara kerja defibrillator yang biasa Anda lihat di rumah sakit atau di sinetron-sinetron dengan latar rumah sakit. Cara menggunakan defibrillator juga harus Anda ketahui. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Sebelum alat digunakan, yang harus tim dokter lakukan adalah menampakkan dada pasien. Karenanya pakaian perlu dibuka hingga dada tampak. Jika pasien kemungkinan lembab, harus dilap terlebih dahulu
  2. Oleskan gel ke terapi electrode apex paddle dan sternum paddle
  3. Putar knob rotary karena modenya perlu diubah menjadi manual defib.
  4. Pilih energi dan tentukan tingkat energi yang dibutuhkan dengan menyesuaikan tombol
  5. Tekan tombol charge pada panel depan. Tombol pada paddle bisa ditekan apabila menggunakan paddle eksternal dan tombol tersebut bisa digunakan sebagai gantinya. Nantinya ada progres bar yang akan tampil pada wilayah indormasi defibrasi
  6. Ketika charge sudah penuh sesuai dengan kebutuhan, tombol shock bisa ditekan agar terapi kejut bisa diberikan pada pasien lewat media apex paddle dan sternum paddle.

Jenis Defibrilator Berdasarkan Cara Kerjanya

Jika Anda lihat dipasaran, terdapat dua jenis defibrillator yang bisa dibedakan bedasarkan fitur dan cara penggunaannya, yaitu :

√ Defibrillator Manual

defibrillator manual

Adalah defibrillator yang setting energinya dilakukan secara manual atau proses analisanya dilakukan secara manual untuk menentukan berapa energi yang akan digunakan. Ciri defibrillator ini biasanya dilengkapi dengan monitor ECG dan juga SpO2 yang dapat mendeteksi dan menganalisa berapa energi yang akan diberikan. Umumnya alat ini digunakan di dalam rumah sakit, meskipun demikian, defib manual juga sering digunakan di lapangan. Selain itu, defibrillator manual juga biasanya dilengkapi dengan fitur otomatis. Yakni Mode dimana sistem manual tersebut bisa bertindak sebagai otomatis (AED).

√ Defibrillator Otomatis (AED)

defibrillator otomatis (AED)

AED atau Automated External Defibrillator adalah defibrillator otomatis yang analisa ritme jantung pasiennya bisa dilakukan secara otomatis. Jadi, alat itu sendirilah yang menentukan seberapa energi yang akan dilepaskan. Sesuai dengan pengertian AED, defibrillator AED bisa digunakan untuk kerja di lapangan karena bentuknya pun kecil, sehingga sangat ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Perbedaan yang mencolok dari kedua defibrillator ini yang paling mencolok adalah tidak terdapat menu setting energi manual pada AED.

Harga Defibrillator ?

Tahukah anda berapa kira – kira harga Unit Defibrillator ini ? Menurut sumber yang kami dapatkan dari distributor Defibrillator Indonesia, harga alat ini sangat berfariasi. Tergantung dari jenis, merk, fitur dan juga Country Of Origin (negara pembuat). Untuk defib manual harga mulai dari 60 jutaan hingga ratusan juta. Sedangkan untuk AED lebih murah yaitu sekitar 35 juta up. Mungkin sekian saja ulasan singkat tentang defibrillator pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat !


 

Add Comment