Penjelasan Lengkap Tentang Sterilisasi

Pengertian Sterilisasi tentunya ada berbagai macam sesuai dengan bidangnya, secara umum sterilisasi adalah proses yang dilakukan untuk memusnahkan atau membunuh segala macam mikroorganisme, termasuk spora bakteri yang sangat resisten. Melihat dari pengertian yang ada tentunya kita bisa menarik garis besar tujuan sterilisasi, yakni untuk membunuh kuman. Benda atau sesuatu yang sudah disterilkan akan terbebas dari mikroorganisme sebut saja kuman yang berbahaya bagi kesehatan.

Sterilisasi sendiri tentunya sudah diajarkan oleh orang tua kita dan juga oleh guru-guru kita dimana saat kita akan makan kita disuruh untuk mencuci tangan. Hal itu bertujuan untuk membuat tangan terbebas dari kuman, sehingga tidak menjadi sumber penyakit. Melihat bahwasanya sterilisasi sangat diperlukan terutama dalam membuat tubuh terhindar dari penyakit, ada baiknya kita mempelajari lebih dalam hal-hal yang berkaitan dengan sterilisasi.

Yang perlu kita ketahui misalnya saja seperti metode sterilisasi, cara sterilisasi yang benar, jenis-jenis sterilisasi, macam-macam sterilisasi dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan sterilisasi. Hal-hal tersebut sangatlah penting terutama bagi anda yang berkecimpung didalam dunia kesehatan.

Macam – Macam Metode Sterilisasi

Pada prinsipnya sterilisasi dibedekan menjadi tiga macam yakni sterilisasi mekanik, sterlisasi kimia, dan sterilisasi fisik. Ketiga macam sterilsasi inilah yang mendasari berbagai aspek yang berkaitan mengenai sterlisasi.

1. Sterilisasi Secara Mekanik (Filtarasi).

metode sterilisasi mekanik

Sterilisasi pertama adalah sterilisasi yang berfokus pada mikroorganisme yang peka atau tahan terhadap panas. Artinya mereka tidak mati dengan mudah hanya karena suhu yang tinggi. Metode sterlilsasi mekanik ini menggunakan suatu jaringan yang berpori sangat kecil yakni sekitar 0,22 mikron dimana pori-pori itu sebagai jalan, sedangkan jaringan yang ada berguna untuk menahan bakteri agar tidak ikut keluar.

2. Sterilisasi Secara Fisik.

metode sterilisasi fisik

Sterilisasi ini adalah sterilisasi yang dilakukan dengan cara pemanasan atau memberikan suhu yang tinggi pada suatu objek sehingga kuman-kuman yang ada atau mikroorganisme yang ada pada objek tersebut akan mati. Tentunya sterilisasi seperti ini perlu disesuaikan, apabila objek mengandung kuman yang peka atau tahan terhadap suhu tinggi tentu metode sterilisasi ini tidak disarankan untuk digunakan. Contoh sterilisasi secara fisik adalah

  • Sterilisasi dengan pemijaran (bakar). yakni dengan cara membakar suatu objek secara langsung atau objek yang dibakar sebagai perantara seperti pada saat memanaskan air, maka objek perantara adalah teko air untuk memasak air.
  • Sterilisasi Panas Kering, yakni sterilisasi yang dilakukan dengan panas namun dalam keadaan kering misalnya pemanasan menggunakan oven
  • Steriliasi uap panas (sterilisasi basah), yakni menaikan suhu dengan cara membuat air berada pada suhu tertinggi yakni 100 derajat celcius dan uap itulah yang digunakan untuk proses sterilisasi.
  • Sterlisasi Uap Panas Bertekanan, yakni sterilisasi dengan menaikan suhu menggunakan alat bernama autoklaf, yaitu alat pemanas tertutup yang dapat mensterilisasi benda dengan uap bersuhu dan bertekanan tinggi.
  • Steriliasi dengan direbus (boilling), yakni sterilisasi yang menggunakan air sebagai media panas pembunuh mikroorganisme, misalnya saja pada saat merebus ayam. Bakteri yang ada pada ayam akan mati akibat air yang panas.
  • Sterilisasi Gas, sterilisasi seperti ini digunakan ketika materi tidak tahan dengan panas langsung karena dapat merusak objek tersebut. Contoh gas yang digunakan untuk melakukan sterilisasi adalah gas etilen okisida.
  • Sterilisasi Dengan Sinar UV, sinar UV atau sinar yang terdapat pada matahari juga bisa digunkan untuk sterilisasi karena sinar UV atau Ultra Violet dapat membunuh miikroorganisme.

Sterilisasi secara fisik memang banyak ditemui dilakukan oleh masyarakat. Tentunya ada keunggulan dan kelemahan tersendiri dari sterilisasi secara fisik ini seperti tidak efisien.

3. Sterilisasi secara kimiawi.

metode sterilisasi kimia

Berbicara mengenai efisiensi, sterilisasi secara kimia terkenal lebih efisien, sebut saja produk sterilisasi tangan, atau tisu basah. Kedua contoh itu adalah sampel penggunaan sterilisasi secara kimia, dimana proses pembasmian mikroorganisme dilakukan dengan menggunakan bahan kimia yang dapat membunuh mereka.

Sebenarnya sterilisasi secara kimiawi memiliki cakupan cukup luas, dimana mereka tidak hanya menggunakan bahan kimia, namun proses didalamnya terjadi secara kimia, contohnya adalah dengan membunuh semua bakteri pada makanan lalu mengemas makanan itu. Cara itu juga dikatakan sebagai proses sterilisasi secara kimia, dimana makanan akan dapat bertahan lama setelah dikemas.

Jenis-jenis sterilisasi diatas tentunya sangatlah penting dalam kehidupan manusia, banyak aktivitas manusia yang memang memerlukan proses sterilisasi misalnya saja seperti pengemasan makanan. Jika kita tidak mengenal dengan proses sterilisasi ini tentu manusia akan kesulitan untuk menyimpan bahan makanan. Penyebabnya adalah karena mikroorganisme yang ada pada makanan akan membuat makanan menjadi busuk.

Contoh Proses Sterilisasi Yang Sering Dilakukan

Seperti yang sudah disinggung diatas mengenai macam-macam sterilisasi yakni sterilisasi secara mekanik, kimia, dan fisik dimana ketiga prinsip tersebut umumnya sering kita lakukan dalam kehidupan sebagai contoh

1. Sterilisasi air minum,

Sterilisasi air agar dapat diminum bisa dengan cara sterilisasi mekanik dan juga fisik. Sterilisasi air dengan proses mekanik sering anda jumpai di tempat isi ulang air galon dimana alat yang mereka gunakan didalmnya berisi jaringan berpori sangat kecil untuk menangkap mikroorganisme. Sementara sterilisasi dengan cara fisik yaitu dengan cara merebusnya seperti yang sering dilakukan orang tua anda.

2. Sterilisasi Tangan

ketika anda hendak mensterilkan tangan tanpa anda sadari anda sudah menggunakan prinsip sterilisasi kimia yakni sabun yang anda gunkana untuk mencuci tangan

3. Sterilisasi luka

Ketika luka kuman akan cepat menyebar dan membuat luka semakin parah apabila tidak disterilkan. Steriliasi yang sering digunakan adalah steriliasi kimia dimana obat luka yang digunakan adalah bahan kimia yang dapat membunuh kuman. Tentunya sterilisasi dengan cara pemanasan tidak boleh digunakan untuk hal ini, karena yang ada malah membuat luka semakin parah.

4. Sterilisasi Peralatan Medis dan Ruangan

Adapun yang sudah kita singgung diatas bahwasanya sterilisasi ini penting khususnya bagi anda yang bergelut didunia kesehatan. Sebut saja Rumah Sakit atau Klinik, tempat-tempat itu adalah tempat yang sangat menjunjung sterilisasi. Pasalnya mereka berhadapan dengan yang namanya penyakit dimana penyebab utamanya disebabkan oleh kuman.

Tentu ketika seorang ingin kerumah sakit atau klinik tujuannya adalah untuk sembuh bukan untuk tambah sakit bukan. Itulah mengapa mereka tempat-tempat kesehatan sangat mengedepankan kesterilan.

  • Proses operasi, dimana para dokter menggunakan alat-alat kesehatan yang sudah disterilkan dengan cairan kimia agar saat melakukan operasi tidak terjadi infeksi.
  • Berada di laboratorium, ketika berada disana penting untuk mengedepankan kesterilan.
    Itulah penjelasan mengenai pengertian sterilisasi secara umum, macam-macam atau jenis-jenis sterilisasi, alasan kuat mengapa sterilsasi penting dan penjelasan lainnya mengenai sterilisasi yang pasti membuat anda lebih tau.

Sterilisasi tentunya sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana sterilisasi inilah yang membuat manusia bisa bertumbuh dengan pesat kian tahunnya. Sebagai manusia, tentunya jika kita ingin sehat, hal ini juga perlu diperhatikan sama halnya kita memperhatikan pola makan, tidur yang cukup atau olahraga yang teratur.


 

Add Comment