Mengenal Lebih Detail Tentang Alat Infus Pump

Pesatnya perkembangan teknologi di awal abad ke-20 mempengaruhi pembaharuan di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan. Seiring dengan perkembangan terknologi di bidang kesehatan ini, masyarakat menuntut perihal keselamatan jiwa serta kepercayaan akan reputasi rumah sakit. Karenanya, diperlukan peningkatan kualitas pada teknologi medis.

Pada perkembangannya, teknologi kesehatan berhasil berasimilasi dengan bidang elektro. Hal ini dibuktikan dengan munculnya teknologi terbaru smart infusion pump atau infus pump pada tahun 2001. Kehadiran infus pump juga sekaligus sebagai penanda kemajuan besar dalam sistem keamanan pengobatan.

Pengertian Infus Pump

Infus pump adalah suatu perangkat medis atau alat kesehatan untuk mengatur jumlah cairan infus yang masuk ke dalam tubuh pasien dan dapat pula digunakan untuk memberikan nutrisi atau obat-obatan, seperti antibiotik, obat kemoterapi, insulin, hingga penghilang rasa sakit dengan cara yang terkendali.

Alat ini berbasis wireless technology yang juga didukung oleh software sebagai served based yang didesain khusus untuk menghubungkan data antara pusat informasi obat dengan alat infus di rumah sakit untuk memonitor, mengontrol, dan menerima laporan dari sistem ini pada semua level. Infus pump tidak juga digunakan pada seluruh pasien rawat inap. Penggunaannya hanya dikhususkan pada pasien dengan penyakit dengan resiko yang cukup berat.

Blok Diagram Infus Pump

blok diagram infus pump

Setelah memahami pengertian infus pump, ada baiknya diketahui pula fungsi dan cara kerja dari infus pump yang sering digunakan di rumah sakit.Secara umum, fungsi infus pumpadalah untuk mengkontrol jumlah cairan yang masuk melalui intravena atau epidural untuk terapi dan keperluan diagnosa. Dengan cara ini, berbagai penelitian telah membuktikan, bahwa penggunaan infus pump mampu melindungi dan menjaga jumlah dosis, serta kesalahan dalam lau infus.

Blok diagram infus pump atau cara kerja infus pump sendiri adalah dimulai ketika gerigi yang menekan selang infus berputar yang menyebabkan selang infus mendapat tekanan dan mendapat dorongan ke satu arah. Sehingga, pada kondisi ini cairan infus dalam selang akan mengalir. Aliran ini akan dikendalikan oleh motor pengendali elektronik yang dapat diatur oleh petugas.

Di mana, petugas bisa mengatur laju aliran tetes yang diberikan. Alat ini juga dilengkapi dengan sensor tetes yang digunakan untuk menghasilkan pulsa apabila terjadi tetesan pada drip chamber. Pulsa ini sangat dibutuhkan oleh pengendali elektronik untuk mengatur jumlah cairan. Jika cairan infus terlalu banyak atau kelebihan dosis, misalnya, berarti masuknya cairan harus dihentikan melalui pengendali tersebut.

Sistem Kerja & Contoh Prosedur Penggunaan Infus Pump

infus pump

Penggunaan infus pump tidak bisa diakukan sembarangan, melainkan harus menggunakan prosedur khusus. Sebelum mengetahui cara menggunakan infus pump, siapkan dulu alat-alat, seperti infus pump itu sendiri, tiang penyangga, cairan infus, dan set infus yang sesuai dengan kebutuhan alat infus pump. Berikut ini kami berikan informasi mengenai cara penggunaan infus pump:

  1. Persiapkan alat dan taruh didekat pasien
  2. Colokkan kabel infus pump ke sumber listrik hingga terlihat indikator berwarna hijau pada tulisan “Charge”
  3. Tekan tombol “POWER” pada infus pump. Mesin selanjutnya akan melakukan self-checking, di mana semua alarm juga akan menyala. Pada display akan terbaca JJJJ atau tttt
  4. Jika display terbaca “JJJJ” , berarti yang digunakan adalah set infus khusus pump TS*PM, namun jika yang terbaca pada display “tttt”, maka yang digunakan adalah set infus biasa, yaitu TS*A atau TK*A
  5. Selanjutnya, lakukan priming pada set infus yang sesuai. Pasang dan harus dipastikan betul sudah tidak ada lagi udara pada selang
  6. Pada saat pemasangan set infus, setelah membuka pintu pump, pasang set infus, geser tuas yang terletak di bawah. Pastikan set infus dipasang dalam posisi lurus dan posisi roller clamp berada lebih rendah dari infus pump dengan kondisi off. Tutup kembali pintu infus pump.
  7. Pasang drip sensor pada tempat tetesan set infus (drip chamber). Tepatnya pasang di bagian yang berisi udara, jangan dipasang di bagian yang berisi cairan. Tujuannya, untuk mendeteksi tetesan cairan yang jatuh.
  8. Tekan tombol “infusion set” pada infus pump sesuai dengan set infus yang digunakan (15 dr/cc, 19 dr/cc, 20 dr/cc, 60 dr/cc). Atur kecepatan aliran (delivery rate) sesuai dengan yang dikehendaki dengan menekan tombol :
    »Puluhan naik  »Satuan naik
    «Puluhan turun «Satuan turun
    Kemudian untuk set infus 15 dr/cc, 19 dr/cc, 20 dr/cc, maksimal kecepatannya adalah 300 ml/h atau 75 dr/mnt dan untuk set infus 60 dr/cc, maksimal kecepatannya adalah 100 ml/h atau 100 dr/mnt
  9. Tekan tombol “SELECT” untuk mengisi nilai D. Limit (delivery limit) untuk mengatur jumlah cairan yang akan diberikan. Namun, jika tidak menginginkan nilai limit, biarkan D. Limit pada posisi “—-“ pada display. Pastikan D. Limit tidak berisi “0”, karena pump nantinya tidak dapat dioperasikan.
  10. Buka roller clamp agar menjadi on
  11. Tekan tombol START. Jika lampu indicator operation telah menyala hijau, tandanya mesin muai beroperasi dan siap untuk digunakan
  12. Jika ingin menghapus atau mengatur ulang jumlah cairan, pastikan menekan tombol STOP terlebih dahulu, lalu tekan “ml CLEAR” selama 2 detik, maka display jumlah cairanakan kembali lagi ke 0.
  13. Untuk mengakhiri pemakaian infus pump, petugas tinggal menekan tombol “STOP”, buka pintu pump, lepaskan infus dari mesin, dan matikan mesin dengan menekan tombol “POWER”. Cabut kabel infus pump dari sumber lisrik.

Jika dalam pegoperasian infus pump terjadi kesalahan atau hal yang kurang tepat, alat akan memberikan sinyal peringatan dengan alarm dan lampu indikator yang menyala merah pada tulisan air, occlusion, flow err, empty, door, atau completion (jika volume cairan mencapai limit). Jangan lupa pula untuk selalu mengevaluasi respon pasien terhadap pemberian cairan.

Rumus Infus Pump dan Cara Menghitung Tetesannya

Meski terlihat sepele, sebenarnya pemberian cairan infus tidak boleh sembarangan. Jika pasien diberikan infus dengan tetesan yang terlalu cepat atau terlalu lambat, bisa jadi membahayakan pasien. Efeknya bahkan, bisa membuat pasien menjadi keracunan hingga kejang. Karena itulah, petugas harus benar-benar teliti. Untuk lebih memahaminya, ketahuilah rumus infus pump guna menghitung jumlah tetesan cairan dalam hitungan waktu yang pas diberikan kepada pasien.

Rumus dasar dalam hitungan menit :

rumus infus pump

rumus infus pump

Rumus dasar dalam hitungan jam :

rumus infus pump

Misalnya, ada seorang pasien yang membutuhkan 500 ml cairan. Berapa infus yang diperlukan jika kebutuhan cairan pasien harus dicapai dalam 100 menit? Faktor tetes untuk orang dewasa biasanya 20 tetes. Maka, cara menghitung tetesan infus pump-nya, yaitu:

rumus infus pump

Add Comment